Sabtu, 04 Februari 2012

Kita sering mendengar berita tentang bunuh diri kan? Mengapa semakin banyak kasus bunuh diri ya? Bahkan sekarang sedang marak-maraknya bunuh diri dengan cara loncat/terjun dari gedung tinggi pertokoan. Huh,, Ada-ada aja. Mengapa semakin makmur negara, seperti Amerika dan Jepang, tetap saja angka bunuh dirinya tinggi? Apakah karena tingkat stress yang meningkat? Apa pun pilihan Anda, bila ada yang hendak bunuh diri, lakukanlah dengan cara yang indah. Berikut ini cara bunuh diri terindah yang pernah saya ketahui. Hehe Disimak ya… Ruseli lahir di lingkungan yang taat beragama. Sejak kecil ia sudah hidup dan menganut agama secara taat bahkan ketat. Tetapi Ruseli muak dengan perilaku ibadat keagamaan yang begitu-begitu saja. Ia ingin memberontak. Ketika remaja, ia sudah mulai tidak betah dengan hidup yang hampa. Ibadah keagamaan yang hampa sudah menghacurkan hidup Ruseli. Ia mengambil keputusan berani yaitu bunuh diri. Tibalah malam yang telah direncakan Ruseli untuk bunuh diri. Menunggu tengah malam, Ruseli merasa bosan. Dari pada bosan menunggu tengah malam untuk bunuh diri, Ruseli mengisi waktunya dengan mengerjakan beberapa soal matematika. Ruseli melirik ke arah jam.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Reddit
Hiburan waktu luang untuk blogger, khususnya utk kaisar matematika (ayo jawab, Mas,Mbak!). Ada teka-teki menarik dari dunia maya :
Gue gak nyangka kalo 2 + 2 = 5 itu bisa dibuktiin secara matematis! Selama ini elo setuju kan kalo 2 + 2 itu sama dengan 4? Gue akhirnya nemuin rumus pembuktian untuk hal itu! Percaya gak lo…? Baca aja pelan-pelan dan jangan lupa corat-coret di kertas kalo elo emang penasaran!!


  1. Pertama-tama
    Pikirkan angka a. Angka apa aja.

  2. Sekarang bikin angka b.

  3. Angka a harus sama dengan b. Catet tuh: a = b

  4. a*a = b*a. Ya kan? Angkanya sama loh.

  5. Karena angka itu sama di kedua sisi, boleh kan gue kasih sesuatu?
    Nih, a*a – b*b = b*a – b*b. Perhatikan - b*b yang sama di kedua sisi.

  6. Kalo difaktorkan, persamaan kita menjadi (a+b)*(a-b) = b(a-b).

  7. Dari persamaan tersebut, kita bisa “mencoret” angka yang sama, yaitu (a-b), sehingga persamaannya menjadi: (a+b)*(a-b) = b(a-b).

  8. Setelah dicoret, hasilnya menjadi (a+b) = b

  9. Sekali lagi, jika gue kasih angka yang sama di kedua sisi, sama aja kan? Nih dia, (a+b) +3 = b + 3

  10. Sekarang misalnya kita menganggap kalo a = 1. Catet dulu tuh.

  11. Karena a = b , maka b = 1 juga kan?

  12. Masukkan angka itu ke persamaan no 9 –> (1+1) +3 = 1 + 3

  13. 5 = 4
NAH LO!! 5 = 4 !!?
BERARTI 2 + 2 = 4. KARENA 4 = 5 , MAKA TERBUKTILAH BAHWA 2 + 2 = 5 !!
 belum jelas..??,,baca lagi..:D
udah baca tapi…masih gag percaya? Berikan komentarmu!
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Reddit
Mari tahu...


PENJUMLAHAN DUA SUDUT (a + b)

sin(a + b)  = sin a cos b + cos a sin b
cos(a + b) = cos a cos b - sin a sin b
tg(a + b )   = tg a + tg b
                 1 - tg2
a

SELISIH DUA SUDUT
(a - b)

sin(a - b)  = sin a cos b - cos a sin b
cos(a - b) = cos a cos b + sin a sin b
tg(a - b )   = tg a - tg b
                 1 + tg2
a

SUDUT RANGKAP
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Reddit
426

30°
45°
60°
90°
180°
270°
360°
sin
0
1/2
½ Ö2
½ Ö3
1
0
-1
0
cos
1
½ Ö3
½ Ö2
1/2
0
-1
0
1
tan
0
1/3 Ö3
1
Ö3
~
0
~
0


Sudut (90 - a)

sin (90 -
a) = Cos a
Cos (90 -
a) = sin a
tan (90 -
a) = cot a
Sudut (90 + a)

sin (90 +
a) = Cos a
Cos (90 +
a) = - sin a
tan (90 +
a) = - cot a
Sudut (180 - a)

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Reddit

Rabu, 01 Februari 2012

Quartile
Quartile adalah nilai-nilai yang membagi segugus pengamatan menjadi empat bagian sama besar. Nilai-nilai itu, yang dilambangkan dengan Q1, Q2, dan Q3, mempunyai sifat bahwa 25% data jatuh dibawah Q1, 50% data jatuh dibawah Q2, dan 75% data jatuh dibawah Q3.

Contoh : Perhatikan table umur aki mobil dibawah ini, dan cari
Quartile ke 1 (Q1).


1,6     2,6     3,1     3,2     3,4     3,7     3,9     4,3
1,9     2,9     3,1     3,3     3,4     3,7     3,9     4,4
2,2     3.0     3,1     3.3     3.5     3,7     4,1     4,5
2,5     3,0     3,2     3,3     3,5     3,8     4,1     4,7
2,6     3,1     3,2     3,4     3.6     3,8     4,2     4,7










Jawab : Untuk menghitung Q1 bagi distribusi umur aki, diperlukan nilai yang dibawahnya terdapat (25/100) X 40 = 10 pengamatan. Karena pengamatan yang ke 10 dan ke 11 sama dengan 3.1 tahun, maka rat-ratanya juga 3.1 tahun jadi Q1 = 3.1 tahun.

Sedangkan untuk menghitung Quartile dari data yang telah tersusun dalam bentuk distribusi frekuensi digunakan rumus berikut
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Reddit

Minggu, 29 Januari 2012

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Reddit